Sejarah Gereja Katholik di Indonesia

Sejarah gereja agama Katholik diawali dari datangnya warga Portugis ke Kepulauan Maluku. Orang pertama yang menjadi orang Katholik tadinya adalah orang Maluku yang dibaptis bersama dengan seluruh warga kampung mereka di tahun 1534.

Saat itu para pelaut yang berasal dari Portugis baru saja menemukan kepulauan tersebut dan bersamaan dengan para pedagang serta serdadu – serdadu, para imam Katholik juga datang demi menyebarkan Injil.

Sejak kedatangan serta kekuasaan dari VOC pada tahun 1619 sampai dengan 1799 sampai akhirnya mereka mengambil alih kekuasaan politik yang ada di Indonesia, Gereja Katholik dilarang dengan mutlak serta hanya bertahan pada beberapa wilayah yang memang tak termasuk di VOC yaitu Timor serta Flores.

Para penguasa VOC tersebut menganut agama Protestan karena itulah mereka mengusir imam Katholik berkebangsaan Portugis di sana lalu menggantukannya dengan pendeta protestan dari Belanda. Ada banyak penganut Katholik yang lalu berubah haluan menjadi protestan waktu itu.

Imam Katholik juga diancam akan dihukum mati jika ketahuan berkarya pada wilayah kekuasaan VOC. Di tahun 1624, Pastor Egidius d’Abreu SJ lalu dibunuh pada Kastel Batavia di zaman pemerintahan Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen karena mengajar agama serta merayakan Misa Kudus di penjara.

Pastor A. de Rhodes yang merupakan seorang Yesuit Prancis, pencipta huruf abad Vietnam lalu dijatuhi hukuman dengan cara menonton pembakaran salibnya serta alat ibadan khatoliknya di bawa tiang gantungan dimana tempat 2 orang pencuri baru saja digantung lalu pastor tersebut diusir.

Yoanes Kaspas Kratx yang merupakan seorang warga Austria lalu secara terpaksa harus meningalkan Batavia dikarenakan usahanya dipersulit oleh para pejabat VOC.

Hal ini diakibatkan oleh bantuan yang ia berikan kepada beberapa imam Katolik yang singgah pada pelabuhan Batavia. Ia lalu pindah ke Makau dan masuk ke serikat Jesus lalu meninggal sebagai seorang martir pada Vietnam di tahun 1737.

Di akhir abad ke 18 Eropa Barat pun diliputi oleh perang dahsyat di antara Prancis serta Britania Raya bersamaan dengan sekutunya masing – masing.

Simpati rakyat Belanda lalu terbagi karena ada yang memihak Prancis dan ada yang memihak Britania. Belanda sampai kehilangan kedaulatannya.

Lalu di tahun 1806 Napoleon Bonaparte mengangkat adiknya yang bernama Lodewijk atau Louis Nepoleon yang merupakan seorang Katolik untuk menjadi raja dari Belanda. Lalu di 1799 VOC pun dinyatakan bangkrut dan dibubarkan.

Ada perubahan pilitik yang terjadi di Belanda, khususnya dalam hal kenaikan tahta Raja Lodewijk yang merupakan seorang Katholik dimana ia membawa pengaruh yang cukup positif.

Kebebasan para masyarakat dalam beragama sudah mulai diakui oleh pemerintah. Lalu di tanggal 8 Mei 1807, pimpinan Gereja Katholik yang ada di Roma pun mendapat persetujuan Raja Louis Napoleon agar mendirikan Prefektur Apostolik Hindia Belanda yang ada di Batavia.

Lalu pada 4 April 1808, ada 2 orang Imam dari Negeri Belanda yang datang ke Jakarta yaitu Pastor Jacobus Nelissen, Pr dan Pastor Lambertus Prinsen. Pr.

Lalu, yang diangkat menjadi Prefek Apostolik pertama adalah Pastor J. Nelissen, Pr. Gubernur jenderal Deandels (1808 – 1811) lalu menguasai menggantikan VOC dengan pemerintah Hindia Belanda.

Setelah itu, sudah mulai ada kebebasan beragama yang diberlakukan. Walau agama Katholik saat itu agar dipersulit. Imam waktu itu hanya ada 5 orang untuk memelihara umat sebanyak 9000 orang yang hidup berjauhan satu sama lain.

Namun pada tahun 1889, kondisinya mulai membaik karena sudah ada 50 imam di Indonesia, di Yogyakarta, misi Katholik dilarang hingga tahun 1891.

Misi Katholik di daerah ini dimulai saat Pastor F. van Lith, SJ yang datang pada Muntilan di tahun 1896.

Di awal, usahanya tak memberikan hasil apapun namun di 1904 secara mengejutkan ada 4 orang kepala deda dari daerah Kalibawang yang datang ke rumah Romo lalu meminta untuk diberikan pelajaran agama.

Di tanggal 15 Desember 1904, rombongan pertama orang Jawa pun berjumlah 178 orang yang dibaptis pada sebuah mata air Semangung yang letaknya berada di antara 2 batang pohon sono yang merupakan tempat bersejarah yang menjadi tempat ziarah Sendangsono.

Anda mungkin juga suka...